Minggu, 25 Januari 2015

KopDar Himpusmmi Yang Seru

Pada Tanggal 25 Januari 2015, angka yang sangat bagus yach 25.1.2015, Himpusmmi mengadakan Kopdar.
Inilah keseruan dari Himpusmmi :




 Inilah Produk-Produk PT.BMI yang dipasarkan oleh HIMPUSMMI


Ini teman-teman dengan Produk MOTIVITAMIN, produk by Johanes Ariffin Wijaya

Semoga HIMPUSMMI selalu jaya, sukses, makin bermanfaat untuk anggotanya.
Salam antusias HIMPUSMMI

Minggu, 18 Januari 2015

Selasa, 06 Januari 2015

HIMPUSMMI DALAM BERITA

Beberapa artikel yang memuat tentang HIMPUSMMI, diantaranya adalah di Koran Berita Indonesia ...

Ini adalah artikel tentang Himpusmmi :
Berita Tentang Himpusmmi di Koran Berita Indonesia ...

Semoga Himpusmmi selalu jaya dan sukses di tahun 2015...

Sabtu, 03 Januari 2015

Kegiatan HIMPUSMMI

Pada tanggal 28 Desember 2014, bertempat di Mesjid WanChai, HK, Himpusmmi mengadakan Acara Seminar Motivasi bersama Johanes Ariffin Wijaya.



HIMPUSMMI (Himpunan Usaha Mandiri Migrat Indonesia Hong Kong)




 Latar Belakang Himpusmmi

Buruh migran Indonesia (BMI) mulai datang bekerja di Hong Kong pada tahun 1985. Pada awalnya jumlah BMI sangatlah rendah, hingga kemudian pada tahun 1990 jumlahnya terus meningkat. Berdasarkan data Imigrasi Hong Kong, pada tahun 1998 terdapat kurang lebih 35,000 orang BMI, dan jumlah tersebut melonjak drasti sehingga mencapai angka 85,000 orang pada tahun 2004. Namun demikian, pada tahun-tahun tersebut angka tersebut masih terbilang lebih rendah dibandingkan dengan angka buruh migran asal Filipina. Sungguh mencengangkan, terhitung sejak tahun 2012 hingga saat ini angka buruh migran asal Indonesia telah melampaui angka buruh migran asal Filipina, dimana  jumlah tersebut telah mencapai 160,000 orang
(sumber: Imigrasi Hong Kong 2014).

Hong Kong merupakan negara tujuan  yang paling diminati oleh buruh migran asal Indonesia, mengingat bahwa Hong Kong merupakan satu-satunya negara di Asia yang mengakui buruh migran pekerja rumah tangga (PRT) sebagai buruh, dimana undang-undang perburuhan setempat memberikan perlindungan kepada semua pekerja asing termasuk mereka yang bekerja pada sektor informal. Oleh karenanya, BMI mempunyai hak atas upah minimum sesuai dengan ketentuan  yang  berlaku (HKD 4010 per bulan), mendapatkan hari libur mingguan, cuti tahunan, cuti hamil dan  diberikan kebebesan untuk berorganisasi dan berserikat.

Kendati undang-undang perburuhan Hong Kong terbilang cukup adil, pada kenyataannya  BMI masih saja menghadapi banyak persoalan. Baik persoalan perburuhan hingga persolan keamanan, kesehatan dan juga praktik-praktik pemerasan dari  para pihak – dari sejak mereka masih berada di tanah air, saat bekerja di Hong Kong hingga ketika kembali ketanah air.

Tidak hanya persoalan peburuhan dan kekerasan, BMI pun tak luput dari obyek para pemodal dan pengusaha – baik pengusaha asal Hong Kong ataupun Indonesia. Mereka menawarkan berbagai produk dari makanan, pakaian, hingga peralatan elektronik  seperti HP, Komputer dan Ipad – dan mengajarkan budaya konsumerisme kepada BMI. Iklan dan promosi yang memang menjadikan BMI sebagai sasaran pasar begitu gencar dilakukan untuk memikat hati para pengais devisa asal Indonesia.

Entah disadari atau tidak, keberadaan BMI di Hong Kong telah memberikan konstribusi yang luar biasa terhadap perekonomian negara pengirim dan penerimanya.Melalui remitansi yang dikirim kepada keluarga  di Indonesia, BMI telah turut serta menjadi mitra pembangunan  perekenomian bangsa karena yang remitensi  tersebut telah memampukan anak-anak BMI untuk mengenyam pendidikan tinggi, anggota keluarga menjadi mempunyai suntikan  modal usaha, membayar biaya kesehatan dan kesejahteraan sosial lainnya.  Melalui komsumsi langsung selama tinggal dan bekerja di Hong Kong, BMI telah turut serta menyumbang  perekonomian Hong Kong. Melalui jasa yang telah mereka  berikan kepada keluarga-keluarga di Hong Kong, memungkinkan  para majikan (dalam hal ini terutama perempuan) untuk dapat turut serta terlibat bekerja pada sektor publik.Tanpa adanya BMI yang menggantikan peran mereka untuk mengerjakan pekerjaan domestik tidak mungkin majikan akan  tenang bekerja di luar dengan meninggalkan bayi, anak dan  orang tua jompo yang memerlukan perhatian setiap saat. Lebih jauh, barang-barang impor dari  Indonesia pun banyak di datangkan ke Hong Kong untuk memenuhi kebutuhan para BMI.

Sepanjang perputaran migrasi BMI di Hong Kong – begitu banyak BMI yang awalnya bersemangat untuk kembali ketanah air untuk selamanya terlihat kemudian beberapa tahun kemudian telah kembali bekerja di Hong Kong. Bahkan mereka yang mengaku telah merintis usaha kecil di Indonesia saat kembali ke tanah air, juga ditemukan telah kembali lagi mencari kerja sebagai PRT di Hong Kong. Fenomena ini rasanya sangat menarik untuk lebih jauh di kaji, ada apa sebenarnya di Indonesia hingga BMI - BMI tersebut kembali lagi ke Hong Kong. Dimana masalahnya dan mengapa?...Ini adalah pertanyaan  yang  sering kali sulit mencari jawaban tepatnya. 

Setelah ditelisik dari pengakuan  para BMI yang sempat kami temui, ternyata umumnya mereka mengatakan betapa susah untuk mencari uang di Indonesia walaupun sudah punya usaha, karena tidak laku dan gulung tikar alias Bangkrut. Terkadang mereka bisa memproduksi tapi tidak bisa menjual karena tidak ada pasar dan tidak punya Jaringan dan mitra bisnis. Belum lagi dengan lingkungan yang tidak mendukung untuk menjalankan bisnis karena etos kerja yang berbeda, dimana BMI mantan Hong Kong umumnya suka bekerja keras dan cepat menjadi kesulitan ketika  harus berhadapan denganp engusaha lokalan yang cenderung lambat.

Atas dasar Keprihatinan itu, maka kami yang tergabung dalam HIMPUSMMI merasa perlu untuk membangun pengembangan usaha bagi  para BMI yang saat ini masih aktif bekerja di Hong Kong. BMI yang masih aktif dengan gaji bulanan yang mereka peroleh dapat bersama-sama membangun usaha di berbagai sektor. Sudah tentu jika ini dilakukan secara individual akan sulit, namun jika para BMI bersatu dan melakukannya bersama-sama dan membangun visi yang sama maka kita akan bisa. Semua bisa kita lakukan!

Untuk itu lah HIMPUSMMI kemudian lahir dengan satu cita-cita mulia  yaitu ingin berjuang membangun dan mewujudkan kemandirian ekonomi  para BMI Indonesia untuk mencapai
kesejahteraan BMI dan anggota keluarganya. HIMPUSMMI berdiri pada  tanggal 1 oktober 2014 dan saat ini telah berangotakan sebanyak ____ orang BMI aktif.

VisidanMisi :
-         1.Menciptakan lapangan pekerjaan bagi BMI dan Anggota keluarganya dan masyarakat pada umumnya
-         2.Untuk  mewujudkan Kemandirian Ekonomi bagi BMI dan Anggota keluarganya
-          3.Menciptakan BMI yang berjiwa Entrepreneur dan berkreativitas di Era Globalisasi
-          4.Mempersatukan BMI dalam mewujudkan Ekonomi BMI yang Mandiri
-          5.Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang tangguh di Era Globalisasi



PROGRAM :
-          1.Memperkuat  persatuan anggota dan mengembangkan keanggotaan untuk menjadi lebih besar dan kuat.
-          2. Iuran anggota HK $. 5/bln yang uangnya bisa di kembangkan/kita kelola untuk Usaha di Indonesia dengan Mitra kerja termasuk kawan-kawan Bmi yang sudah siap pulang ke tanah air untuk membuka usaha di Indonesia
-         3. Mensosialisasikan HIMPUSMMI dan PT BMI(Bumi Mitra Indonesia Satu-satunya PT yang Pemodalnya adalah Buruh Migran Indonesia  Juga) sebagai Mitra kerjasama sebagai Penyalur/Pengekspor Produk dari hasil  BMI Purna dan Usaha Kecil Menengah termasuk Home Industri
-    4. Menyelenggarakan pelatihan, seminar dan lokakarnya terkait dengan pengembangan usaha dan jiwa kewirausahaan.

-    5,  Melakukan Pendampingan dalam kegiatan UMKM yang sifatnya bisa menunjang kemajuan dan kemandirian Buruh Migran Indonesia dalam mengembangkan  usahanya
Untuk lebih jelasnya bisa hubungi :

Wulan, 9511 74844,  Bunda Mia, 9255 6699, Fitri, 9201 9554